MAKALAH KOMPREHENSIP - STRATEGI COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS V


PENDAHULUAN
Dalam implementasi proses pendidikan guru merupakan komponen yang paling penting, sebab keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran sangat tergantung pada guru sebagai ujung tombak. Oleh karena itu upaya peningkatan kualitas pendidikan seharusnya dimulai dari pembenahan kemampuan guru adalah bagaimana merancang salah satu strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan atau kompetensi yang akan dicapai karena kita yakin dengan tujuan bisa dicapai oleh satu strategi pembelajaran tertentu (Wina Sanjaya, 2006: 24).
Strategi belajar mengajar adalah usaha nyata guru dalam praktik mengajar yang  di nilai lebih aktif dan efisien atau politik dan taktik guru yang dilaksanakan dalam praktek mengajar di kelas (Sunhaji, 2009: 2).

 
Menurut A.Tabrani Rusyan (1997, 7 - 9) bahwa Pengetahuan Sosial merupakan suatu pendekatan terhadap hal-hal yang berkenaan dengan manusia dan masyarakat serta lingkungannya. Mata pelajaran Pengetahuan Sosial di SD/MI berfungsi mengembangkan pengetahuan, nilai dan sikap, serta ketrampilan sosial siswa untuk dapat menelaah kehidupan sosial yang dihadapi sehari-hari serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air dan bangsa serta memahami perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa kini. Sedangkan tujuannya adalah agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, nilai dan sikap, serta ketrampilan sosial yang berguna bagi dirinya, mengembangkan pemahaman tentang pertumbuhan masyarakat Indonesia pada masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang siswa bangga sebagai bangasa Indonesia. Sedangkan sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tidak hanya berupa pajangan media di dalam kelas, tetapi memiliki sumber yang luas terkait dengan kemasyarakatan atau kehidupan sosial dengan beragam fenomenanya, termasuk lingkungan belajar siswa.
Untuk itu, dalam pembelajarannya perlu adanya strategi-strategi yang tepat dalam menunjang tercapainya tujuan yang maksimal. Salah satunya dengan strategi pembelajaran aktif yaitu strategi Cooperative Learning.
Untuk lebih jelasnya penulis akan memaparkannya dalam makalah yang berjudul pembelajaran strategi Cooperative Learning dalam pembelajaran IPS.












PEMBAHASAN
1.    Strategi Cooperative Learning
a.    Pengertian Strategi Cooperative Learning
Sistem pengajaran  yang  memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas terstruktur disebut sebagai sistem ”pembelajaran gotong royong” atau cooperative learning (Anita Lie, 2008: 12).
Cooperative mengandung pengertian bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Dalam kegiatan kooperatif, siswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompoknya. Jadi belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerjasama untuk memaksimalkan belajara mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut. Sehubungan dengan pengertian tersebut, slavin (1984) mengatakan bahwa cooperative learning adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok – kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 – 6 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen. Selanjutnya dikatakan pula, keberhasilan belajar dari kelompok tergantung pada kemampuan dan aktifitas anggota kelompok, baik secara individual maupun secara kelompok (Etin Solihatin, 2008: 4).
Keberhasilan belajar menurut model pembelajaran cooperative learning bukan semata – mata ditentukan oleh kemampuan individu secara utuh, melainkan perolehan belajar itu akan semakin baik apabila dilakukan secara bersama – sama dalam kelompok – kelompok kecil yang terstruktur dengan baik. Melalui belajar dari teman yang sebaya dan di bawah bimbingan guru, maka proses penerimaan dan pemahaman siswa akan semakin mudah dan cepat terhadap materi yang dipelajari. Model pembelajaran cooperative learning dapat membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata dimasyarakat, sehingga dalam bekerja secara bersama – sama di antara sesama anggota kelompok akan meningkatkan motivasi, produktifitas, dan perolehan belajar.
2.    Pembelajaran IPS dengan Strategi Cooperative Learning
Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajarkan dilakukan oleh pihak guru sebagi pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid (Syaiful Sagala, 2007: 61). Beberapa hal yang berkaitan dengan pembelajaran:
a.         Belajar
Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman (Oemar Hamalik, 2002: 154). Disamping definisi tersebut, ada beberapa pengertian lain yang cukup banyak, baik yang dilihat secara mikro maupun secara makro, dilihat dalam arti luas ataupun secara terbatas/ khusus. Dalam arti luas, belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Kemudian dalam arti sempit, belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya (Sardiman, 2007: 20). Adapun definisi dan pengertian belajar mengajar menurut Nana Sudjana (1989: 6) adalah:
1)    Proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
2)    Proses mereaksi terhadap situasi yang ada disekitar individu
3)    Suatu proses yang diarahkan kepada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman
4)    Proses melihat, mengamati dan memahami suatu yang dipelajari.
b.         Mengajar
Pengertian Mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberikan kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan (Muhammad Ali, 1992: 12).
Rumusan pengertian di atas sejalan dengan pandangan William H. Burton, yang menyatakan bahwa mengajar adalah upaya dalam memberikan perangsang (stimulus) bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar (Muhammad Ali, 1992: 12).

c.         Menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam Bukunya Pendekatan anak dalam Islam disebutkan:
السّبل هب المطا لعة الفا همة الد ئمة مع التَّلفين الو اعي
Jalan yang terbaik adalah dengan membaca dan memahami secara terus menerus bacaan-bacaan tersebut yang disertai dengan pengajaran yang tepat
d.        Teaching and learning activities will be more interesting for the students, so it could motivate them, Sedangkan menurut Kamus Inggris-Indonesia, artinya adalah pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar.

 
Menurut A.Tabrani Rusyan (1997, 7 - 9) bahwa Pengetahuan Sosial merupakan suatu pendekatan terhadap hal-hal yang berkenaan dengan manusia dan masyarakat serta lingkungannya. Mata pelajaran Pengetahuan Sosial di SD/MI berfungsi mengembangkan pengetahuan, nilai dan sikap, serta ketrampilan sosial siswa untuk dapat menelaah kehidupan sosial yang dihadapi sehari-hari serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air dan bangsa serta memahami perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa kini. Sedangkan tujuannya adalah agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, nilai dan sikap, serta ketrampilan sosial yang berguna bagi dirinya, mengembangkan pemahaman tentang pertumbuhan masyarakat Indonesia pada masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang siswa bangga sebagai bangasa Indonesia. Sedangkan sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tidak hanya berupa pajangan media di dalam kelas, tetapi memiliki sumber yang luas terkait dengan kemasyarakatan atau kehidupan sosial dengan beragam fenomenanya, termasuk lingkungan belajar siswa.

 
Hakekat Ilmu pengetahuan sosial adalah mampu membina suatu masyarakat yang baik, dimana anggota-anggotanya dapat berkembang sebagai insan sosial yang rasional dan bertanggung jawab sehingga dapat diciptakan nilai-nilai budaya yang baik dikemudian hari (Depag RI, 2001: 6).
Pembelajaran Cooperative Learning yang edukatif yakni adanya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menuju pencapaian tujuan belajar. Pembelajaran Cooperative Learning lebih dari sekedar belajar kelompok atau kelompok kerja, karena belajar dalam model Cooperative Learning harus ada “struktur dorongan dan tugas yang bersifat kooperatif” sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan – hubungan yang bersifat interdependensi yang efektif di antara anggota kelompok dan model pembelajaran Cooperative Learning menempatkan siswa sebagai bagian dari suatu sistem kerja sama dalam mencapai suatu hasil yang optimal dalam belajar. Model pembelajaran ini berangkat dari asumsi mendasar dalam masyarakat, yaitu “getting better together”, atau “Raihlah yang lebih baik secara bersama - sama” (Etin solihatin, 2008; 4-5). Dalam proses pembelajaran Cooperative Learning diharapkan guru dapat berperan sebagai pengajar, motivator, fasilitator, mediator, evaluator, pembimbing dan agen pembaharu, dengan demikian siswa dapat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Peranan siswa diberbagai lingkungan sosial akan lebih bermakna apabila ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran sehari-hari disekolah diterapkan dengan baik. Dalam hal ini ilmu pengetahuan sosial yang dimiliki siswa akan bermanfaat dan selalu bisa beradaptasi dengan lingkungan sosial yang berbeda – beda.
Dalam pembelajaran IPS  strategi Cooperative Learning bisa digunakan untuk melatih siswa untuk bekerjasama atau“gotong royong”, Interkasi yang bersifat terbuka, tanggung jawab individu, interaksi sikap dan perilaku sosial yang positif dan Kepuasaan dalam belajar.
Adapun Prosedur yang dilakukan dalam menggunakan strategi Cooperative Learning adalah sebagai berikut :
a.    Penjelasan Materi
Tahap penjelasan diartikan sebagai proses penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Tujuan utama dalam tahap ini adalah pemahaman siswa terhadap pokok materi pelajaran. Pada tahap ini guru memberikan gambaran umum tentang materi pelajaran yang harus dikuasai yang selanjutnya siswa akan memperdalam materi dalam pembelajaran kelompok (tim). Pada tahap ini guru dapat menggunakan metode ceramah, curah pendapat, dan tanya jawab, bahkan kalau perlu guru dapat menggunakan demonstrasi. Disamping itu, guru juga dapat menggunakan berbagai media pembelajaran agar proses penyampaian dapat lebih menarik siswa.
b.    Belajar dalam Kelompok
Setelah guru menjelaskan gambaran umum tentang pokok-pokok materi pelajaran, selanjutnya siswa diminta untuk belajar pada kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya. Pengelompokan dalam Cooperative Learning bersifat heterogen, artinya kelompok dibentuk bedasarkan perbedaan-perbedaan setiap anggotanya, baik perbedaan gender, latar belakang agama, sosial-ekonomi, dan etnik, serta perbedaan akademik. Dalam hal kemampuan akademis, kelompok pembelajaran biasanya terdiri dari satu orang berkemampuan akademis tinggi, dua orang dengan kemampuan sedang dan satu lainnya dari kelompok kemampuan akademis kurang.
c.    Penilaian
Penilaian dalam Cooperative Learning bisa dilakukan dengan tes atau kuis. Tes atau kuis dilakukan baik secara individual maupun secara kelompok. Tes individual nantinya akan memberikan informasi kemampuan setiap siswa; dan tes secara kelompok akan memberikan informasi kemampuan setiap kelompok. Hasil akhir setiap siswa adalah penggabungan keduanya dan dibagi dua. Nilai setiap kelompok memiliki nilai sama dalam kelompoknya. Hal ini disebabkan nilai kelompok adalah nilai bersama dalam kelompoknya yang merupakan hasil kerja sama setiap anggota kelompok.
d.   Pengakuan Tim
Pengakuan tim (team recognition) adalah penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadiah. Pengakuan dan pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi tim untuk terus berprestasi dan juga membangkitkan motivasi tim lain untuk lebih mampu meningkatkan prestasi mereka (Wina Sanjaya, 2009: 248-249).
















PENUTUP

1.      Simpulan
Pembelajaran Cooperative Learning yang edukatif yakni adanya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menuju pencapaian tujuan belajar. Pembelajaran Cooperative Learning lebih dari sekedar belajar kelompok atau kelompok kerja, karena belajar dalam model Cooperative Learning harus ada “struktur dorongan dan tugas yang bersifat kooperatif” sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan – hubungan yang bersifat interdependensi yang efektif di antara anggota kelompok dan model pembelajaran Cooperative Learning menempatkan siswa sebagai bagian dari suatu sistem kerja sama dalam mencapai suatu hasil yang optimal dalam belajar.
Model pembelajaran ini berangkat dari asumsi mendasar dalam masyarakat, yaitu “getting better together”, atau “Raihlah yang lebih baik secara bersama - sama” sehingga siswa dalam mempelajari mata pelajaran Ilmu pengetahuan sosial mampu membina suatu masyarakat yang baik, dimana anggota-anggotanya dapat berkembang sebagai insan sosial yang rasional dan bertanggung jawab sehingga dapat diciptakan nilai-nilai budaya yang baik dikemudian hari.
Keberhasilan belajar menurut model pembelajaran cooperative learning bukan semata – mata ditentukan oleh kemampuan individu secara utuh, melainkan perolehan belajar itu akan semakin baik apabila dilakukan secara bersama – sama dalam kelompok – kelompok kecil yang terstruktur dengan baik. Melalui belajar dari teman yang sebaya dan di bawah bimbingan guru, maka proses penerimaan dan pemahaman siswa akan semakin mudah dan cepat terhadap materi yang dipelajari

2.      Kata Penutup
Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya dan saran serta kritik sangat penulis harapkan.
Atas perhatiannya, penulis sampaikan terima kasih.













DAFTAR PUSTAKA

A.Tabrani Rusyan, 2005. Pedoman Pengajaran Pengetahuan Sosial. Jakarta: Inti Media
Abdulah Nasih Ulwan, 1981. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1. Terjemah Drs.Syaifullah Kamalie, LC dan Drs. Hery Aly. Semarang: Asy-Syifa
Anita Lie, 2008.Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas, Jakarta : Grasindo
Depag RI, 2001, Konsep Dasar IPS, Jakarta: Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam
Dryden, Gordon, and Vos, Jeannet. 2000. The Leerning Revolution (Alih Bahasa oleh Word ++ Translating Service: Revolusi Cara Belajar). Bandung : Kaifa.
Etin Solikhatin, 2008. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara.
Oemar Hamalik, 2002. Perencanaan pengajaran berdasarkan pendekatan sistem. Jakarta: Bumi aksara
Sunhaji. 2009. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Grafindo
Syaiful Sagala, 2007. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung; CV Alfabeta
Wina sanjaya. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Jakarta: Kencana.

Komentar